Peristiwa Penyanderaan Polisi dan Penikaman Kapolsek, 11 Orang Tersangka

Peristiwa Penyanderaan Polisi dan Penikaman Kapolsek, 11 Orang Tersangka

VIVA   –  Peristiwa keterlibatan penyanderaan Kapolsek Palepat serta Tujuh anggota polisi yang dikerjakan warga Desa Batu Kerbau, Bungo Jambi akhirnya terungkap. Terdapat 11  orang ditetapkan tersangka.

Informasi dihimpun, para tersangka diketahui perempuan dan laki-laki yang saat ini sudah di dalam sel tahanan Polres  Bungo dan mau diperiksa intensif lagi guna menyidik para pengeroyokan Kapolsek dan anggota kepolisian saat disandera.

Kapolres Bungo,   AKBP Trisaksono Puspo Aji  membenarkan, sudah 11 orang ditetapkan tersangka dalam kasus penyanderaan Kapolsek dan anggota kepolisian. Polres akan terus mengungkap para warga yang terlibat penyanderaan jalan itu pengrusakan mobil, pengeroyokan maupun penikaman Kapolsek.

“Kita sudah tetapkan 11 orang tersangka dan akan mengungkap para pelaku pengeroyokan dan pengrusakan mobil, ” ujar Triaksono  dilansir dari VIVAnews.

Trisaksono menceritakan, saat kejadian   sebelumnya ada puluhan orang diperiksa sebagai saksi namun pada Rabu suangi 13 Mei 2020 warga dengan terlibat langsung di jemput kepolisian dan ada juga yang masih dalam pencarian orang (DPO).

“Warga diperiksa sebagai saksi dari 22 orang yang kita amankan pada rabu malam dan kita lakukan gelar perkara dan 11 orang jadi tersangka ada laki-laki dan ada juga hawa, “jelasnya Kamis 14 mei 2020.  

Trisaksono menyebutkan, para tersangka tercatat melakukan pelemparan atas perintah sebab seseorang bernama E yang dibayar langsung senilai 200 ribu serta Polres Bungo sudah menetapkan pada pencarian orang.
 
“Jadi para tersangka ini sudah menyampaikan bahwa ada yang mengatur untuk melakukan kerumunan massa di penyanderaan, padahal saat COVID-19 tersebut tidak diperkenankan berkumpul atau sifatnya kerumunan massa jadi, ini juga salah satu kegiatan yang harus dihindari namun masih juga dilaksanakan, ” ungkapnya.

Kemudian bernama E, merupakan provokasi untuk menyelenggarakan penghadangan karena memang dari buatan penyidikan beserta bukti kuat telaahan yang mengarah E dan era ini sudah dicari sampai dapat.
 
“Para tersangka beragam macam melakukan saat penyanderaan ada melakukan melawan petugas pada saat di lokasi penghadangan, ada juga yang menghasut massa ataupun perbuatan melakukan pelanggaran hukum, ” paparnya.

Trisaksono mengucapkan, untuk barang bukti berupa semak, ada pecahan mobil saat bagian kita melakukan razia, kemudian tersedia batu, ada kendaraan motor untuk menghalang halangi petugas dan termasuk kendaraan yang membawa massa ke lokasi penyanderaan.

“Kita akan mencari lagi orang dengan sudah kita identifikasi sebagai karakter penghadangan dan penusukan Kapolsek. Oleh sebab itu, nanti foto fotonya akan kita rilis para penyanderaan  Kapolsek dan anggota polisi di lapangan era menangkap pelaku penambangan emas tanpa izin, ” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolsek Palepat ditikam warga beserta 6 anggota lainnya dikeroyok ratusan warga Desa Baru & Desa Batu Kerbau, Bungo di dalam Minggu, 10 Mei 2020. sehingga membuat Kapolsek Palepat, Kabupaten Bungo masuk rumah sakit setelah ditikam warga.

Baca:  ? Anies Sebut Pandemi COVID-19 Kesusahan Satu Abad Sekali