Inggris Sangat Gencar Temukan Vaksin Corona, Ini Buktinya

Inggris Sangat Gencar Temukan Vaksin Corona, Ini Buktinya

VIVA   –  Virus corona terus memakan korban, karena memang belum ada obat penawarnya tenggat hari ini. Itu sebabnya sejumlah negara tengah berpacu dengan zaman mencurahkan anggaran dan keahlian para ilmuwan untuk membuat vaksin melayani COVID-19.  

Satu diantara negara yang sangat gencar  menyelami vaksin melawan COVID-19 adalah Inggris. Selain membiayai riset di pada negeri, Inggris juga mendukung  kandidat-kandidat vaksin di negara-negara lain.  

“Agresivitas”  ini tampak saat Pemerintah Inggris gencar menggalang pendanaan global untuk mendukung penelitian vaksin. Selain itu Inggris pula aktif mengungkapkan perkembangan riset vaksin di negaranya.  

Seperti baru-baru itu yang diumumkan Inggris bahwa awak ilmuwan dari Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group di lembah Universitas Oxford telah berhasil melangkah ke tahapan selanjutnya untuk menjumpai vaksin yang aman, efektif serta mudah diakses dalam melawan virus corona. Hasil awal dari uji klinis tahap I/II yang telah dipublikasikan di jurnal The Lancet menunjukkan bahwa kandidat vaksin itu untuk sementara waktu aman dimanfaatkan dan menimbulkan respons imun dengan kuat.

Vaksin tersebut merangsang respon sel T (sel darah putih yang dapat menggunakan sel yang terinfeksi virus SARS-CoV-2) dalam waktu 14 hari sesudah vaksinasi, dan juga respon antibodi dalam 28 hari (antibodi membuang virus sehingga tidak dapat menginfeksi sel saat awal terinfeksi).

Universitas Oxford bekerja sama dengan perusahaan biofarmasi global daripada Inggris, AstraZeneca, untuk pengembangan lebih lanjut, produksi berskala besar, & distribusi vaksin potensial COVID-19. AstraZeneca akan memproduksi 100 juta dosis untuk Inggris secara total. Mereka pun berencana untuk melakukan perluasan klinis dan memproduksi vaksin secara global.

Pemerintah Inggris mendukung dan memodali proyek ini sebesar £84 juta (Rp 1. 6 triliun) buat membantu percepatan pengembangan vaksin tersebut. “Hasil hari ini sangat merayu dan membawa kami selangkah bertambah dekat untuk menemukan vaksin yang dapat melindungi jutaan orang dalam Inggris dan di seluruh negeri, ” kata Menteri Bisnis Inggris Alok Sharma.

Baca juga:   Vaksin Virus Corona dari Oxford Inggris Diharapkan Siap Akhir 2020

Inggris juga Beli Kandidat Vaksin Lain

Meskipun hasil uji klinis dari Unversitas Oxford itu betul positif, Inggris meyakini bahwa sebaiknya tidak terlalu mengandalkan satu macam vaksin saja. Lebih baik buat tetap mendukung studi dari kurang kandidat lainnya untuk memastikan bahwa vaksin yang efektif dapat diakses oleh seluruh masyarakat Inggris.

Sejalan dengan pengumuman ini, Pemerintah Inggris telah mengamankan akses ke 3 jenis vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan di Inggris dan belahan dunia lain. Tersebut akan memberikan Inggris kesempatan terbesar untuk mendapatkan akses tercepat ke sebuah vaksin yang aman dan efektif.

Maka, selain kemitraan Universitas Oxford dengan AstraZeneca, pemerintah Inggris juga telah memakbulkan kemitraan yang signifikan dengan perusahaan-perusahaan farmasi dan vaksin terkemuka, antara lain BioNTech / Pfizer serta Valneva, yang juga sedang menggelar vaksin baru yang inovatif untuk melindungi masyarakat terhadap virus corona. Ini juga dapat
mengambil akses untuk terutama kelompok-kelompok prioritas, seperti pekerja kesehatan di garda depan, perawat sosial, dan mereka yang di memiliki risiko kesehatan tinggi.

Pemerintah Inggris juga sudah mengamankan akses ke perawatan antibodi penawar COVID19 dari AstraZeneca untuk melindungi mereka dengan tidak dapat menerima vaksin, seperti penderita kanker dan yang memiliki kondisi imun. Pemerintah Inggris hari ini juga meluncurkan daftar penelitian vaksin NHS COVID-19.   Kedudukan web baru ini akan mempermudah orang-orang di Inggris untuk menjadi sukarelawan dalam studi vaksin dalam masa depan.

Buat mendukung studi vaksin berskala gede di Inggris, diperlukan sekitar 500. 000 orang untuk mendaftar pra bulan Oktober.   Studi klinis dengan ratusan ribu sukarelawan hendak membantu para ilmuwan dan pengkaji lebih memahami
keefektifan per kandidat vaksin dan akan mempercepat upaya untuk menemukan vaksin dengan aman.

Pemerintah Inggris juga bekerja sama dengan ZOE, perusahaan kesehatan yang menggunakan penelitian berbasis data untuk melihat daya kolaborasi di sekitar penelitian vaksin dan membantu sukarelawan untuk mencantumkan diri ke NHS.

“Vaksin yang aman dan efektif adalah harapan terbaik kita untuk mengalahkan virus corona dan hidup kembali seperti biasa. Ilmuwan dan peneliti terbaik kami sedang menuntaskan ini, tetapi masyarakat juga memiliki peran penting, ” kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.  

Dia yakin kalau setiap sukarelawan akan berkontribusi pada menemukan vaksin COVID-19 yang bakal berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa pada seluruh dunia dan mengakhiri pandemi ini.

Sebagai arah dari pendanaan sebesar £131 juta dari Pemerintah Inggris, dukungan persediaan juga telah diberikan kepada Imperial College London untuk mengembangkan kandidat vaksin mereka yang tahapan uji klinis terhadap manusia telah dimulai pada bulan Juni. Selain tersebut, pemerintah Inggris telah berkomitmen sebesar £250 juta untuk Koalisi Perubahan Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) – dengan merupakan pendanaan terbesar dari negeri manapun – untuk mendukung kanal vaksin dan perawatan baru yang adil dan terjangkau untuk segenap dunia.