Selasa Pagi Anita Kolopaking Diperiksa Soal Surat Sakti Djoko Tjandra

Selasa Pagi Anita Kolopaking Diperiksa Soal Surat Sakti Djoko Tjandra

VIVA   –  Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan pengacara Djoko Tjandra , Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, sebagai tersangka kasus pemalsuan surat bersama mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo.

Baca Pula:   Belum Periksa Djoko Tjandra, Kejagung: Terpenting Sudah Dieksekusi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan rencananya penyidik Bareskrim bakal memeriksa Anita Kolopaking terkait kasus yang menjeratnya dalam Selasa besok, 4 Agustus 2020.

“Terkait AK (Anita Kolopaking), rencananya yang bersangkutan dipanggil oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka pada 4 Agustus 2020, pukul 09. 00 WIB. Jadi kita tunggu perkembangannya besok, ” kata Awi di Senin, 3 Agustus 2020.

Sebelumnya, Anita Kolopaking ditetapkan tersangka setelah proses gelar kasus pada Senin, 27 Juli 2020. Karena, penyidik mendapatkan barang data, petunjuk, saksi sesuai standar berdiam prosedur (SOP) sehingga menetapkan Anita sebagai tersangka dalam perkara penjiplakan surat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ada 23 orang saksi sudah diperiksa terdiri dari 20 saksi ada pada Jakarta dan tiga saksi ada di Pontianak. Kemudian, disita selalu barang bukti yang sudah diamankan surat jalan, surat bebas COVID-19, surat rekom kesehatan yang segenap atas nama DST (Djoko S Tjandra).

“Kesimpulannya, penyidik menaikkan status Anita Kolopaking jadi tersangka dengan persangkaan Pasal 263 Ayat (2) dan Pasal 223 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ” kata Argo.

Diketahui, Brigjen Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka urusan pemalsuan surat untuk Djoko S Tjandra. Penetapan tersangka ini setelah dilakukan gelar perkara oleh pemeriksa pada Senin, 27 Juli 2020 pukul 10. 00 WIB.

Prasetijo dijerat sangkaan Urusan 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP, dan/atau Pasal 426 ayat 1 KUHP dan/atau Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP dengan ancaman suntuk 6 tahun penjara. (ren)