Menlu RI di Sidang DK PBB Ingatkan Potensi Terorisme Perkuat Muncul

Menlu RI di Sidang DK PBB Ingatkan Potensi Terorisme Perkuat Muncul

VIVA   –  Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa perang terhadap pandemi COVID-19 tak boleh menyurutkan upaya negara-negara dalam dunia dalam mengatasi ancaman terorisme.

Menteri Luar Jati Retno Marsudi menyampaikan itu ketika memimpin Sidang Dewan Keamanan Asosiasi Bangsa (DK PBB), yang digelar secara virtual.

Retno mengatakan hal tersebut sejalan dengan resolusi DK PBB Nomor 25 tentang COVID-19, yang menyerukan gencatan senjata selama pandemi, kecuali buat memerangi terorisme.

“Kita tidak ingin melihat bahwa pandemi justru memberikan ‘kondisi kondusif’ bagi terorisme untuk menguatkan diri, ” kata Retno di keterangan pers virtual, Jumat  tujuh Agustus 2020.

Baca: BNPT Endus Pergerakan Terorisme di Tengah Pandemi COVID-19

Indonesia menyampaikan 3 hal penting. Pertama, pentingnya menyelaraskan kebijakan dalam menangani keterkaitan antara terorisme dan kejahatan terorganisasi dengan selama ini diambil.

Kedua, memperkuat infrastruktur hukum dan institusi dalam mengatasi nexus atau keterkaitan antara dua pidana ini. Hal ini akan memperkuat kapasitas hukum nasional dalam mengatasi keterkaitan tersebut.

Ketiga, yakni memperkuat mekanisme di wilayah dalam merespons fenomena nexus ini. ASEAN misalnya, memiliki platform dalam membahas dua kejahatan ini sekali lalu dan dapat menjadi contoh untuk organisasi kawasan lainnya.

Pertemuan terbuka secara virtual ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif UN Office of Drugs and Crime, United Nations Office of Counter-Terrorism dan seluruh anggota Dewan Ketenangan PBB.

Seperti diketahui, di bulan Agustus ini Nusantara kembali memegang presidensi DK PBB, setelah sebelumnya juga sempat bersandar di kursi presiden pada Mei 2019.  

Jika pada kesempatan sebelumnya Indonesia mendatangkan tema Investing in Peace (menabur benih perdamaian), maka untuk presidensi kala ini tema yang akan diusung adalah Advancing Sustainable Peace (memajukan perbaikan yang lestari).

Selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia telah memainkan peran penting untuk menjembatani penyelesaian bermacam-macam tantangan dunia, juga menjembatani perbedaan khususnya di antara lima negara anggota tetap DK PBB. RI juga aktif dalam penyusunan berbagai rancangan dan resolusi di Badan Keamanan. (ren)