Tentara Rusia dan Turki Bersatu di Suriah, Militer Amerika Kejepit

Tentara Rusia dan Turki Bersatu di Suriah, Militer Amerika Kejepit

VIVA   – Militer Rusia serta Turki akhirnya bergabung lagi untuk melakukan patroli bersama di Idlib, Suriah.

Informasi sah yang didapatkan VIVA Militer daripada Departemen Pertahanan Turki, kedua raka pihak telah menyepakati perjanjian buat melakukan patroli bersama di Berkepanjangan Raya M-4, Kota Idlib.

Dalam perjanjian itu disebutkan, tak cuma Angkatan Darat selalu yang akan melakukan patroli berhubungan tapi juga pasukan Angkatan Suasana militer kedua negara yang bertugas di Suriah.

Patroli dilakukan untuk mengantisipasi serangan teror pemberontak milisi Kurdi, YPG/PKK. “Menurut perjanjian atau protokol Federasi Turki-Rusia. Patroli darat ikatan TUR-RF ke-24 di Jalan Sundal M-4 di Idlib, yang meliputi seluruh rute antara Trumbah & Ayn Al Havr, dilakukan secara partisipasi elemen darat dan suasana, ” tulis Departemen Pertahanan Turki.

Kabar terbaru, perondaan gabungan militer Rusia dan Turki ternyata cukup manjur dan menerbitkan hasil. Sebanyak 20 milisi teroris YPG/PKK diringkus saat akan berlaku di wilayah Olive Branch.

“Kami terus bekerja untuk keamanan perbatasan kami dan untuk perdamaian dan keamanan saudara-saudara Suriah kami, ” tulis Departemen Pertahanan Turki.

Sebenarnya patroli bersama pernah digelar setelah Rusia dan Turki menyepakati gencatan senjata atas konfrontasi bersenjata di Idlib beberapa bulan lalu. Namun, semua rencana itu sempat buyar sesudah sering terjadi kesalahpahaman.

Sementara itu, dengan kembali bersatunya tentara kedua negara, maka diperkirakan posisi tentara Amerika yang berada di Suriah semakin terjepit sekadar. Perlu diketahui, dalam beberapa masa belakangan ini, tentara Amerika dan Rusia kerap terlibat aksi saling hadang. Bahkan tentara Rusia tahu mengusir militer Amerika untuk lekas angkat kaki dari Suriah.

Keberadaan tentara Amerika Konsorsium di Suriah memang menjadi suatu pertanyaan besar, karena Pemerintah Suriah di bawah pimpinan Bashar al-Assad tak pernah meminta bantuan ketenangan dari Amerika. Sejauh ini diketahui Amerika mengerahkan pasukan ke Suriah hanya untuk mengamankan ladang-ladang minyak dan diduga bersekutu dengan kaum teroris.

Baca: Tak Takut Amerika, Serbia Nekat Suka Beli Sistem Rudal Canggih China