Aparat Kesehatan Curhat Dihadang Pasien Corona di Wisma Atlet

Aparat Kesehatan Curhat Dihadang Pasien Corona di Wisma Atlet

VIVA   –  Seorang petugas kesehatan bernama Asumta, mengiakan mendapat perlakuan tidak baik sejak pasien COVID-19 yang sedang dikarantina di Wisma Atlet Golo Dukal, Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kepala Bidang Penanganan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggra Timur ini melahirkan dirinya sempat dihadang oleh sejumlah pasien COVID-19.  

Dijelaskan Asumta, dia datang ke Wisma Atlet, tempat karantina pasien, untuk memberi klarifikasi terhadap postingan salah seorang pasien terkonformasi nyata di laman media sosial facebook. Akun bernama Sindy Garung dinilai menyudutkan petugas medis.

Wanita 45 tahun ini mengutarakan peristiwa tidak mengenakkan itu pada rapat koordinasi penegakan disiplin & peningkatan kesadaran protokol COVID-19 bergandengan Forkopimda dan KPU dan Bawaslu Kabupaten Manggarai.  

“Kebencian mereka kepada petugas medis sangat luar piawai. Mereka tuntut hasil swab. Taat mereka kami ini berbohong. Itu itu korban. Tertanam di dalam diri mereka bahwa mereka tersebut bukan pasien COVID, ” katanya di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai, Senin 21 September 2020.

Mengaji juga:   Pingsan di Vila Orang, Dikira COVID-19 Ternyata Mabuk

Bahkan menurut dia, para pasien tersebut sempat menolak kehadirannya untuk masuk ke wisma. Mobil yang ia bawa ke lokasi, dihadang dan dilarang masuk.

“Mereka menghadang mobil saya, supaya jangan masuk ke Wisma Atlet. Mereka beringas dengan saya. Untung ada anggota TNI yang pasti COVID bantu memberi pengertian & saya diijinkan masuk. Tadi mereka tuntut, mana hasil swab. Semasa ini begitu terus. Mereka bilang tidak butuh vitamin, tidak kemaluan susu, telur dan lain-lain tapi mereka tuntut hasil swab, ” jelasnya.

Unggahan anak obat COVID-19 di facebook

Sindy Garung, satu diantara pasien meyakinkan COVID-19 yang diisolasi di Wisma Atlet, mengunggah foto dirinya beriringan beberapa orang di tempat karantina. Pada foto tersebut tampak 11 orang sedang duduk dan berdiri santai di teras Wisma Olahragawan Stadion Golo Dukal. Foto diambil Minggu 20 September 2020.

Amat disayangkan seperti pada foto mereka tampak tidak mengindahkan protokol COVID-19. Dua pria masa terlihat santai sambil merokok. Menyikapi unggahan Sindy Garung, Kabid Asumta menjelaskan bahwa tim gugus suruhan penanganan COVID-19 Kabupaten Manggarai menugaskan Satpol PP dan tenaga kesehatan untuk mengawasi pasien COVID-19.

“Kita sekarang sedang menyelenggarakan 22 pasien COVID-19. Mereka seluruh dirawat dengan baik. Soal viral (foto akun Sindy Garung) yang kemarin itu yang klaster tertentu itu memang secara jujur saya katakan mereka termasuk orang-orang yang susah dikasih tahu, susah diatur, ” paparnya.  

Dia mengaku, bahkan satu diantara pasien yang sebenarnya positif malah sempat beraktifitas. Itu terjadi karena pasien tersebut tidak percaya dengan hasil swab yang diberitahukan kalau dirinya positif.

“Perlu saya jelaskan bahwa mahasiswa ini (diduga pemilik akun Sindy Garung), dia sudah di swab, dan saat di swab dia sudah diperingatkan agar tidak boleh pergi ke mana-mana. Tetapi ternyata dia tetap jalan ke mana-mana dan bahkan masuk ke kampus (UNIKA St. Paulus Ruteng). Ketika dia dinyatakan positif, semua orang kaget, ” sambungnya.

Menanggapi curhat dari Asumta, Bupati Manggarai Deno Kamelua yang memimpin rapat koordinasi mengaku prihatin dengan kekerasan verbal yang dialami petugas di lapangan.

“Ibu Asumta, itulah tantangan tugas. Dari saya buat teman-teman jangan berhenti berbuat baik. Memang edukasi COVID-19 ini tanpa batas, kita lihat saja sudah kena corona dia bilang saya tidak corona, ” katanya.

Soal tuntutan pasien COVID-19 yang meminta hasil swab, Deno Kamelus mengatakan hal itu tidak bisa dilayani. Karena memang dokumen hasilnya tidak bisa diberikan secara bebas.  

“Hak pasien adalah mendapatkan informasi. Sedangkan dokumen itu record medic dan itu rahasia tidak bisa diberikan kepada siapapun dan itu harus dipahami masyarakat kita. Bisa dibuka kalau di pengadilan, ” jelasnya.

Laporan: Jo Kenaru/ TvOne Manggarai, NTT.