CDC Tunjukkan Penyebaran COVID-19 di Motor, Masih Berani Liburan?

CDC Tunjukkan Penyebaran COVID-19 di Motor, Masih Berani Liburan?

VIVA   – Penelitian yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Aib (CDC) Amerika Serikat, menganalisis salah satu penerbangan selama 10 jam di dalam bulan Maret. Hal itu buat melihat penyebaran virus corona ataupun COVID-19 saat dalam pesawat selama di udara.

Dilansir dari laman Daily Star , Selasa, 22 September 2020, penerbangan VN54 dari London ke Hanoi pada 2 Maret membawa 217 penumpang. Hasilnya, 16 di antaranya didiagnosis dengan COVID-19 usai turun dari penerbangan itu.

Baca Juga: Liburan saat Pandemi Virus Corona Itu Menyusahkan Semua Orang

Di analisis, ditunjukkan bahwa seorang wanita Vietnam berusia 27 tahun dengan duduk di kelas bisnis dipercaya menjadi sumber wabah. Ini bermanfaat satu penyebar super alias super spreader mampu menularkan SARS-CoV-2 ke seluruh pesawat.

Laporan mengatakan 12 penumpang kelas bisnis yang lain diketahui telah tertular virus semasa penerbangan. Studi tersebut menemukan kalau adanya faktor kedekatan tempat bersandar sangat terkait dengan peningkatan efek infeksi.

Menyuarakan Juga: Pemerintah Beberkan Alasan Masker Scuba dan Buff Dilarang

Padahal, penumpang dalam kelas bisnis lebih diberi jeda daripada penumpang kelas ekonomi. Para-para peneliti juga memberi kesimpulan kalau praktik jarak sosial saat itu dengan mengosongkan kursi tengah di penerbangan tampaknya tidak cukup untuk mencegah peristiwa superspreading itu.

“Kami menyimpulkan bahwa risiko transmisi SARS-CoV-2 di dalam pesawat semasa penerbangan panjang adalah nyata & berpotensi menyebabkan kelompok COVID-19 berukuran besar. Bahkan dalam pengaturan seperti kelas bisnis dengan pengaturan wadah duduk yang luas jauh dalam luar jarak yang ditetapkan digunakan, untuk menentukan kontak dekat di pesawat, ” kata studi itu.

Tim peneliti mengusulkan bahwa selama COVID-19 hadir dan menjadi ancaman pandemi global minus adanya tes tempat perawatan dengan baik, maka tindakan pencegahan infeksi di pesawat yang lebih baik dan prosedur pemeriksaan kedatangan diperlukan untuk membuat penerbangan aman.

Laporan tersebut merekomendasikan bahwa langkah-langkah screening dan pencegahan infeksi harus diperketat. Terutama bagi mereka yang bepergian dari negara-negara dengan penularan virus corona yang diketahui agung, harus diterapkan di bandara & di pesawat dan pemakaian kedok harus diwajibkan.

Diketahui, dalam upaya menjaga kelangsungan bisnis, maskapai penerbangan telah melakukan bermacam-macam langkah kebersihan untuk meminimalkan risiko masuk dan menyebar virus corona atau COVID-19 di dalam udara. Protokol baru termasuk pemeriksaan guru, pembersihan yang lebih intensif, dan penggunaan masker wajib untuk seluruh penumpang di pesawat.

Namun, studi baru menunjukkan bahwa belum ada hasil baik dibanding menjaga jarak kursi pesawat. Sehingga strategi umum lainnya perlu dimanfaatkan untuk memastikan penumpang tidak sungguh-sungguh berdekatan.