Biar Gak Drop dan Mudah Tertular COVID-19, Ini Tips Bangkitkan Imun

Biar Gak Drop dan Mudah Tertular COVID-19, Ini Tips Bangkitkan Imun

VIVA   – Wabah virus corona ataupun COVID-19 di Indonesia telah penuh mencabut nyawa. Untuk menjaga awak agar terhindar dari serangan virus tersebut salah satu cara nya adalah menjaga imunitas tubuh agar kuat dari terpaan virus.  

Lewat acara Hidup Sehat , Ahli Gizi Klinik, dr Putri Adimukti M. Kes, M. Farm, SPGK mengungkapkan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh kita. Salah satunya, jangan kemakan dengan kabar hoax tentang kesehatan.

Biar kamu gak terjebak sama kabar-kabar hoax tentang imunitas tubuh yang beredar, ada baiknya cek mitos serta fakta seputar imunitas tubuh. Yuk simak terus artikelnya.  

Baca Selalu:   Konsumsi Putih Telur, Tingkatkan Imunitas Pemilik Penyakit Penyerta

dr Putri pun mengutarakan selama masa pandemi virus corona belum berakhir, ada baiknya kita menjaga kesehatan mulai dari konsumsi makanan yang bisa menunjang kalis tubuh, rajin olahraga, rutin lakukan cek kesehatan hingga kendalikan stres.

Biar gak stres, berikut mitos fakta yang serupa perlu kamu tahu supaya kalis tubuh tetap terjaga.  

Konsumsi banyak gula bisa turunkan imun

Menurut dr Putri hal ini adalah tanda. “Karena konsumsi gula berlebih dapat mempengaruhi efektifitas imun dalam tubuh dan memicu inflamasi dalam awak, ” katanya.

Minuman tinggi kadar gula yang harus dihindari agar imun tubuh tetap terjaga adalah minuman bersoda serta hindari juga makanan yang manis-manis.

Dehidrasi bisa turunkan imun

Dehidrasi bisa bahaya menunrunkan imunita tubuh dinilai dr Putri adalah fakta. Setiap jaringan dan bagian dalam tubuh bergantung pada air. Air penting karena membantu membawa nutrisi dan mineral ke sel, dan menjaga mulut, hidung, & tenggorokan Anda lembap, juga untuk menghindari penyakit. Untuk itu, kalau tubuh kekurangan air atau dehidrasi, jangan heran jika imun ikut menurun.

Sasaran cepat saji bikin imun drop

Konsumsi sasaran cepat saji jadi hal praktis karena selama masa pandemi COVID-19 beberapa orang memilih menikmati makanan lekas saji. Namun, perlu diketahui, sasaran cepat saji justru bisa menurunkan imun tubuh, kenapa?  

“Karena makanan tersebut mengandung trans fat, lemak jenuh, diolah dalam suhu tinggi bisa memicu pelepasan radikal bebas hingga menghasilkan imun tubuh menurun. ”

Seperti diketahui pula, kandungan nutrisi pada makanan cepat saji tentu memiliki komposisi yang tidak lengkap. Padahal tubuh butuh asupan nutrisi lengkap untuk meningkatkan kalis tubuhnya.  

Karbohidrat tinggi  turunkan imun

Makanan mengandung karbohidrat tinggi  juga bisa menurunkan imunitas apalagi  jika tidak ditambah nutrisi lengkap bisa memicu penimbunan gemuk.   “Penimbunan lemak akan melahirkan reaksi inflamasi yang menurunkan imun tubuh, ” kata dr Ananda.

dr Putri mengajukan agar imun tubuh tetap aman dan bisa jadi benteng melayani virus corona, ada baiknya klub melakukan diet seimbang cukup karbohidrat, protein dan mineral, serat, pula air.  

Harus dipastikan juga energi yang mengakar cukup dari karbohidrat dan lemak. “Karbo   juga harus dengan bervariasi, bisa nasi, jagung, akar, singkong atau roti gandunm. ”

Sementara sumber gemuk yang baik bisa diperoleh sejak minyak tumbuhan, minyak zaitun, coconut oil. Tak cuma itu, sumber lemak dari buah juga dibutuhkan misalnya lemak yang berasal dibanding buah alpukat.  

“Protein juga dibutuhkan untuk membentuk antibodi. Bisa diperoleh dari telur, kacang kacangan, ini juga lemak yang baik juga anti inflamasi omega tiga. Selain itu berjemur juga bisa dilakukan ditambah getol konsumsi susu dr sumber hewani dan nabati. ” 

Selanjutnya, sayu dan buah-buahan serupa gak boleh ketinggalan. Sehari dianjurkan konsumsi lima sajian buah serta lima sajian sayur mayur.   “Buah-buahan yang baik dikonsumsi mampu apel, jambu, kiwi dan buah-buahan lain yang warna warni. Tumbuhan jiuga pilih warna yang bervariasi. Apa yang kita konsumsi memiliki nutrisi yang bervariasi untuk awak. Sayur dan buah mengandung antioksidan penting untuk imunitas tubuh. ”