Lakon Dokter Cantik Sukses Bangun Cara, Berawal dari Gang Sempit

Lakon Dokter Cantik Sukses Bangun Cara, Berawal dari Gang Sempit

VIVA   –  Industri kecantikan dalam Tanah Air dinilai cukup menjanjikan. Sebab, tampil cantik dan mengakui sudah menjadi kebutuhan utama untuk perempuan. Wajar jika klinik estetika selalu ramai dipadati pengunjung.

Deretan perawatan kecantikan atau beauty treatment canggih yang dihadirkan klinik kecantikan seolah memantik harapan bahwa siapa pun bisa cantik, asal dirawat dengan baik.

Baca: Pria Ini Lulus Bisnis Bidang Digital, Padahal Hanya Lulusan SMA

Permintaan atau demand yang tinggi akan hadirnya klinik kebaikan berkualitas menginspirasi dr. Ika Nurmalita Sari untuk mendirikan Klinik Inusa pada Juni 2016. Ia mengaku jika saat itu hanya dibantu 3 orang staf.

Praktik perawatan kecantikan pun dilakukan di sebuah ruangan kos sederhana berukuran 2×3 meter, di mana lokasinya di dalam gang sempit di sudut Kota Pacitan, Jawa Timur.

Pengalaman getir manis turut menemani perjalanan Klinik Inusa dari waktu ke masa. “Bahkan, klinik saya sampai pernah tidak menerima pasien sama seluruhnya, ” kenang dokter cantik itu, Selasa, 29 September 2020.

Lambat-laun pasien mulai berdatangan. Berkat promosi tradisional alias mulut ke mulut lantaran para pasiennya, nama Klinik Inusa kian dikenal masyarakat.

Pada April 2017, Klinik Inusa resmi melakukan ekspansi untuk baru kalinya dengan membuka 2 cabang baru di Lorok, Pacitan dan Bantul, Yogyakarta. dr. Ika melanjutkan jika mimpi untuk memajukan Klinik Inusa sudah menjadi motivasi besarnya.

Evaluasi manajemen habis-habisan dilakukan. Kliniknya pun meningkatkan karakter layanan dengan menghadirkan alat-alat pembelaan kecantikan terbaru serta mendesain kembali interior ruangan klinik.

Inusa berangkat memanfaatkan kanal digital marketing lewat Facebook dan Instagram Ads untuk mendirikan brand awareness . Strategi pemasaran yang memanfaatkan jalan sosial inilah menjadi titik balik perjalanan klinik tersebut.

Sejak saat itu, Klinik Inusa ramai dikunjungi pasien hingga kesimpulannya dr. Ika Nurmalita Sari merilis skincare BPOM andalannya yang diberi nama Cucok Meong (CM). Produk tersebut mendapat respons positif dari klub yang terbukti dari angka penjualannya yang terus meningkat.

“Kami selalu berusaha mendengar di setiap masukan dari pasien dengan senang hati. Bagi kami kepuasan penderita adalah modal berharga untuk perkembangan Klinik Inusa, ” tuturnya.

Ia mengaku jika alterasi digital, peningkatan pelayanan yang bertambah customer centric , hingga penggunaan peralatan perawatan kebaikan yang lebih canggih menjadikan nama Klinik Inusa kian bersinar.

“Saat ini Klinik Inusa ada 7 cabang di 5 kota, yakni Pacitan, Lorok, Bantul, Wates, Berbah, Sleman, dan Muntilan – termasuk pembukaan channel distribution bernama Inusa Digital, ” jelas dr. Ika Nurmalita Sari.