Jenderal Imam, Eks Ajudan SBY Saat ini Orang Paling Penting di Polri

Jenderal Imam, Eks Ajudan SBY Saat ini Orang Paling Penting di Polri

VIVA   –  Inspektur Jenderal Imam Sugianto yang kini menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri (Asops) merupakan satu diantara perwira tinggi polisi yang kariernya terbilang moncer. Imam pernah mendudukin jabatan strategis di kepolisian tenggat akhirnya menjadi orang paling istimewa di Korps Bhayangkara.

Diketahui, dalam peraturan presiden Republik Indonesia nomor 52 tahun 2010 tentang susunan organisasi dan kaidah kerja kepolisian negara Republik Nusantara, tepatnya di pasal 8 menjelaskan jika Asops Kapolri adalah unsur pembantu pimpinan dalam bidang tadbir operasi kepolisian yang berada pada bawah Kapolri.

Membaca juga:   Kapolri Keluarkan Telegram Rahasia soal Demo Buruh

Asops Kapolri sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bertugas membantu Kapolri dalam tempat perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengoperasian operasi kepolisian, termasuk pelaksanaan kerjasama Kementerian Lembaga serta menindaklanjuti perlindungan dan pengendalian terhadap pelaksanaan program khusus Pemerintah yang berkaitan secara Polri.

Selain itu, Asops Kapolri dipimpin oleh Asisten Kapolri Bidang Operasi disingkat Asops Kapolri yang bertanggungjawab kepada Kapolri. Dalam massa Pilkada ini, Imam yang dilantik 3 Agustus 2020 kemarin, ditunjuk Kapolri Jenderal Idham Azis untuk membantunya.

Penunjukan Imam sebagai Asops Kapolri karena dia dipercaya bisa membandingkan operasional pengamanan seluruh Indonesia terlebih tahun ini diselenggarakan Pilkada sekaligus dari tingkat Kabupaten kota maka Provinsi.

Imam bukan kali ini sekadar mengurusi pesta demokrasi. Pada tahun 2015 silam, Imam juga mengurusi operasional pengamanan di Pilkada DKI Jakarta yang menjadi pusat menjawab semua warga di mana calonnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Anies Baswedan, sampai mengurusi persiapan operasional pengamanan jelang pemilihan presiden 2019. Saat itu, Pemimpin didapuk menjadi Karobinops Sops Polri.

Jauh sebelum memiliki pangkat jenderal, Imam dipilih menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua tahun had SBY selesai masa jabatan menjelma orang nomor satu di Nusantara. Sejumlah jabatan strategis juga sudah dia duduki, di antaranya:

Kasat Intelkam Polwiltabes Surabaya
Kapolresta Surabaya Timur
Kapolres Gresik (2008)
Sespri Kapolri
Kapolres Metro Bekasi Kota (2009)
Kapolres Metro Jakarta Selatan (2011)
Tangan kanan Presiden RI[1] (2012)
Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (2014)
Karobinops Sops Polri (2015)
Wakapolda Kalimantan Barat (2019)
Asisten Operasi Kapolri (2020)