Prajurit Armenia Bunuh Bayi, Turki: Awak Takkan Tinggal Diam!

Prajurit Armenia Bunuh Bayi, Turki: Awak Takkan Tinggal Diam!

VIVA   –  Foto mayat seorang bayi perempuan yang terbunuh akibat serangan pasukan Angkatan Bersenjata Armenia ke kota Ganja, Azerbaijan, mendapat anggapan keras dari Turki, yang ialah sekutu terbesar Azerbaijan. Dengan bahana, Turki menegaskan takkan tinggal diam setelah menyaksikan bukti kebiadaban gerombolan Armenia.

Dalam berita VIVA Militer sebelumnya, dilaporkan jika foto bayi perempuan yang diketahui bernama Medine Sahnezerli diunggah sebab akun media sosial Twitter bernama @yagmurdogruoglu . Tak hanya akun itu, Kedutaan Besar Azerbaijan untuk Inggris Raya juga mengunggah foto jenazah Medine, lengkap dengan kartu identitasnya.

Bayi tak berdosa itu tewas kelanjutan serangan roket dan rudal yang dilancarkan pasukan militer Armenia ke Ganja, Sabtu 17 Oktober 2020. Tanpa perikemanusiaan, pasukan Armenia melampiaskan serangan dengan target pemukiman sipil yang tak hanya di Ganja, tetapi juga di Mingchevir.

Bayi dengan baru berusia sekitar 1 tarikh 3 bulan itu diduga maka satu diantara dari 10 korban hayat yang timbul akibat serangan sembarangan buta tentara Armenia.

Foto mayat budak perempuan Azerbaijan itu ternyata sudah dilihat langsung oleh Akar. Cacat, Kementerian Pertahanan Turki pun menyampaikan pernyataan resmi yang sangat membanting terhadap Armenia. Turki menyatakan tak akan diam melihat aksi biadab pasukan Armenia dalam perang yang sudah meletus selama tiga pasar.

“Bayi mungil ini dibunuh dalam tidurnya oleh Pasukan Armenia, menggunakan rudal balistik. Bahasa, agama, dan negara kami memang berbeda, namun foto ini cukup membakar segenap hati kami! ” bunyi penjelasan Kementerian Pertahanan Turki.

“Mungkin Anda melihat foto tersebut untuk pertama kalinya, tetapi karakter Azerbaijan telah hidup dengan menjepret yang selama 30 tahun. Jika manusia yang bisa melihat uraian ini dan tetap diam, maka tetaplah! Kami tidak akan sepi, ” lanjut pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.

Menurut masukan lain yang dikutip VIVA Militer dari Anadolu Agency , korban jiwa saat tersebut diketahui sudah bertambah menjadi 13 orang. Jumlah itu termasuk 4 wanita dan tiga anak pada bawah umur. Serangan pasukan Armenia juga membuat hampir 50 karakter mengalami luka-luka, sementara ada lima anak-anak yang menghilang dan belum ditemukan.

Baca pula: Tentara Armenia Bunuh Bayi Azerbaijan di Ganja, Foto Mayatnya Cerai-berai