Catat, Ini Tips Sukses Cari Biji mata Via Aplikasi Kencan

Catat, Ini Tips Sukses Cari Biji mata Via Aplikasi Kencan

VIVA   –  Belum lama, sebuah aplikasi dating Lunch Actually melakukan sebuah survei kepada 3. 500 single di Singapura, Malaysia Hong Kong, Indonesia dan Thailand untuk memahami bagaimana cara para-para singles berkencan selama pandemi.

Dari survei yang dilakukan 2 pekan sejak 12-26 Oktober  2020 diketahui bahwa pria bertambah aktif dalam berkencan selama pademi COVID-19. Co-Founder and CEO Lunch Actually, Violet Lim menyampaikan bahwa sebesar 62 persen pria serta 40 persen wanita secara rajin mencoba berkencan atau bertemu karakter baru selama COVID-19.

Dijelaskan juga bahwa COVID-19 mendirikan kencan online lebih bertujuan. Yang mana 74 persen responden menyebut bahwa pandemi ini membuat mereka menginginkan hubungan yang serius.

Namun  terkadang mencoba mencari teman kencan, apalagi  biji mata melalui aplikasi bukanlah mudah. Tak sedikit dari mereka yang kubra dalam menjalani hubungan tersebut. Morat-marit bagaimana cara agar berhasil memperoleh tambatan hati melalui aplikasi janji?

Psikolog klinis masa, Rebeka Pinaima, M. Psi., membaca bahwa penting untuk memerhatikan isyarat dan ekspresi perlu hidup saat berkenalan di aplikasi kencan.

“Gestur, ekspresi, perlu hidup supaya ada engagement ketika berkomunikasi, ” kata dia dalam webinar belum lama ini.

Berikutnya, kata dia mencari tau tentang kepribadian orang tersebut. Hal ini bisa dikerjakan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan individual namun tidak mengarah pada “kepo”.

“Sebenarnya personal tapi itu hanya seperti sehari-hari ngapain aja kerjaannya, itu permukaan. Kayak mungkin, try to explore more interesting question , itu sebenarnya bisa dicari di internet. Ada research yang mengatakan 36 pertanyaan untuk fall in love , itu mampu dicoba, ” jelas dia.

Apa yang Adam dan Wanita Indonesia Inginkan?
Ketika ditanya tentang 3 karakteristik terpenting dari calon jodoh kencannya, pria dan wanita memiliki jawaban yang berbeda.

Agama adalah faktor tertinggi bagi laki-laki dan wanita Indonesia (masing-masing 73 persen  dan 81 persen), diikuti oleh usia (72 persen) dan tipe tubuh (44 persen) untuk laki-laki, sementara tingkat penerimaan (61 persen) dan pendidikan (46 persen) untuk para wanita.

Pengguna aktif aplikasi janji tidak lagi terlalu mementingkan penampilan namun menitikberatkan pada kejujuran, kejernihan, dan percakapan yang bermakna. Para-para lajang  mengaku lebih jujur dalam interaksi mereka dengan teman kencannya dibandingkan dengan sebelum pandemi, laksana yang diungkapkan oleh 54 obat jerih lajang di Indonesia.  

Sementara itu, 74 tip lajang  menyatakan kondisi ini membina mereka menyadari bahwa mereka sedang mencari hubungan yang serius.