Ricky Yacobi Kunci Invasi Pemain Timnas Indonesia ke Luar Negeri

Ricky Yacobi Kunci Invasi Pemain Timnas Indonesia ke Luar Negeri

VIVA   – Ricky Yacobi sudah wafat. Striker legendaris Timnas Nusantara itu tutup usia pada Sabtu pagi, 21 November 2020, sebab serangan jantung saat sedang bermain sepakbola bersama rekan-rekannya di Lapangan ABC, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Bukan pemain sembarangan, dan idola daripada banyak striker profesional di Indonesia pula. Memang kualitasnya jempolan. Pada usianya yang sudah senja selalu, VIVA pernah bermain bersamanya.

Tendangannya begitu tajam, tak termakan usia. Tenaganya masih saja prima, hingga kami harus bekerja payah untuk membendung bola buatan sepakannya.

Membuktikan, kalau kualitas Ricky tidak sembarangan. Ricky pula yang mengambil jalan bagi para pemain nasional untuk tampil di kompetisi asing negeri.

1986 redup, Ricky mencuri perhatian di pentas Asian Games. Dia membawa Tim nasional Indonesia ke semifinal dan tahu menjebol gawang Korea Selatan. Setahun setelahnya, Ricky tampil gemilang pada Arseto Solo dan membawa Tim nasional Indonesia juara SEA Games.

Pun, Ricky tahu tampil beringas ketika Timnas Nusantara jumpa Jepang di ajang Pra Piala Dunia serta Pra Olimpiade pada 1987. Dia mencetak gol indah kala itu ke tiang Jepang.

Karena ini lah, klub asal Jepang kala itu, Matsushita Electric FC, merekrutnya pada 1988. Di sana, Ricky diharapkan bisa memberikan dampak bagus untuk klub yang menjelma menjadi Gamba Osaka tersebut.

Adam 57 tahun itu, akhirnya mendapatkan nama baru. Yacobi, sejatinya bukan nama asli Ricky. Sebab, nama belakangnya cuma Yacob. Lantaran orang-orang Jepang kesulitan melafalkan huruf beku tanpa adanya vokal, maka dibiasakan menjadi “Yacobi”.

Semasa berkarier di Jepang, Ricky tidak cukup beruntung. Dia kesulitan beradaptasi dengan kondisi di Negeri Sakura. Hingga akhirnya, kembali ke Indonesia hanya dengan enam caps & satu gol saja.

Meski begitu, Ricky berjasa dalam membuka mata dunia terhadap kualitas pemain Indonesia. Di awal 1990, mulai banyak pemain nasional yang dilirik klub-klub luar negeri.

Pun, ada beberapa pemain nasional yang mengikuti jejaknya berkarier di Negeri Sakura seperti Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly. Terlepas jalan legenda, semoga beristirahat pada damai di sana.