Bio Farma Beberkan Prioritas Tenaga Kesehatan tubuh Penerima Vaksin Sinovac

Bio Farma Beberkan Prioritas Tenaga Kesehatan tubuh Penerima Vaksin Sinovac

VIVA   –  Awak Usaha Milik Negara (BUMN) Bio Farma mempersiapkan 3 juta vaksin COVID-19 Sinovac untuk vaksinasi aliran pertama pada 2021 dalam wujud siap suntik. Diketahui beberapa zaman lalu 1, 2 juta jumlah vaksin Sinovac tiba di Jakarta dari China.

Di dalam vaksinasi gelombang pertama, penerima vaksin yaitu tenaga kesehatan tinggi pada tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Kemudian akan diperluas ke tenaga kesehatan non-komorbid dalam provinsi lainnya.  

Untuk itu, Bio Farma era ini tengah menunggu penerbitan permisi penggunaan dalam keadaan darurat ataupun Emergency Use Authorization (EUA) dari Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Untuk tahap awal, akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Semoga dengan hadirnya vaksin COVID-19 untuk tenaga kesehatan, bisa memberikan keamanan dan pelestarian bagi mereka yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 dan pula memberikan rasa aman bagi mereka, ” ujar Direktur Bio Farma, Honesti Basyir, Selasa 8 Desember 2020.

Honesti menerangkan, setelah  kedatangan vaksin tahap prima, pihaknya menunggu 15 juta jumlah dalam bentuk bahan baku (bulk) dan sisa dari 3 juta dosis vaksin,   yaitu 1, 8 juta dosis tambahan vaksin dalam kemasan single dose pada Januari 2021.

“Total vaksin jadi yang kami terima di 6 Desember 2020 adalah 1. 200. 568 vial siap pakai. Di mana 568 vial antaralain, akan kami alokasikan untuk dikerjakan pengujian mutu yang akan dilakukan di Bio Farma maupun dalam Badan POM. selanjutnya, Bio Farma akan fokus pada penyimpanan vaksin COVID-19 dan melakukan berbagai persiapan agar siap melakukan pendistribusian setelah mendapat izin penggunaan dari BPOM, ” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sudah menerima 1, 2 juta vaksin COVID-19. Vaksin itu tiba melalaikan bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada hari ini, Minggu, 6 Desember 2020.

“Saya ingin memberikan satu kabar baik bahwa hari ini pemerintah sudah menerima satu, 2 juta dosis vaksin COVID-19, ” kata Jokowi dalam live streaming di akun YouTube Sekretariat Kepala, Minggu, 6 Desember 2020.

Jokowi menjelaskan, 1, 2 juta vaksin yang tiba pada tanah air merupakan vaksin buatan Sinovac yang juga diuji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu.

“Kita juga masih mengupayakan satu, 8 juta dosis vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021, ” katanya. (ren)