Batalyon TNI Penangkap Gembong PKI Temukan Jejak di Hutan Kalimantan

Batalyon TNI Penangkap Gembong PKI Temukan Jejak di Hutan Kalimantan

VIVA   – Pengerahan pasukan Prajurit Nasional Indonesia (TNI) Batalyon Infanteri 407/Padmakusuma dari Komando Daerah Tentara IV Diponegoro ke sektor timur perbatasan RI dan Malaysia, ternyata benar-benar sebuah keputusan yang benar.

Terbukti prajurit Yonif 407/Padmakusum mampu melaksanakan operasi sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dengan baik.

Yang terbaru, dari siaran sah dilansir VIVA Militer, Kamis 10 Desember 2020, prajurit TNI Yonif 407/Padmakusuma mengukir prestasi menemukan barang ilegal yang akan diselundupkan lantaran Malaysia ke Indonesia. Mau terang kisah lengkapnya?

Jadi begini pada tujuh Desember 2020, empat prajurit TNI Yonif 407/Padmakusuma dari Pos Mentari melakukan patroli keamanan di tapal batas kedua negara di area hutan sekitar jalur lintas tradisional Kawasan Mentari, Desa Sepindang, kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Empat prajurit TNI itu berpatroli malam hari. Itu bergerak dari Pos Mentari dengan menggunakan sepeda motor. Saat menyisir perbatasan, tiba-tiba di tengah pekatnya malam mereka menemukan jejak misterius.

Karena curiga, belakangan mereka menghentikan laju motor serta memeriksa lokasi temuan jejak itu. “Salah satu anggota melihat alur masuk ke arah semak, karena merasa curiga kemudian melaksanakan penelusuran dan pengecekan di sekitar semak tersebut, ” kata Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonif 407/Padmakusuma, Letnan Kolonel Catur Irawan.

Photo:

  • Yonif 407/Padmakusuma

Setelah ditelusuri ternyata kecurigaan prajurit TNI itu pada jejak itu terbukti, di semak-semak mereka menemukan dua kardus. Kala ditemukan kardus terbungkus rapi dan di atasnya ditutupi daun.

“Setelah dilaksanakan pengecekan ditemukan 2 Kardus berisi 96 botol minuman beralkohol merrk Benson dengan ditutupi dedaunan, ” kata Letkol TNI Catur.

Kepemilikan jejak dan miras itu mematok saat ini masih misterius, sebab tak ada yang mengetahui sapa pemilik barang ilegal itu. Buat menindaklanjuti temuan itu, prajurit TNI mengevakuasi barang itu dan diserahkan kepada pihak Bea Cukai Nanga Badau.

Perlu diketahui, ada sebanyak 450 prajurit Yonif 407/Padma Kusuma yang bertugas di perbatasan sektor timur, yang mengungkung sekitar wilayah Kabupaten Sintang & Kapuas Hulu.

Itu diberangkatkan pada 8 September 2020 dan tiba di Pelabuhan Dwikora, Kalbar, pada 13 September 2020, dengan menggunakan kapal perang TNI KRI Teluk Hading 538.

Photo:

  • Yonif 407/Padma Kusuma.

Tersebut merupakan kali pertama Yonif 407/Padma Kusuma dikerahkan ke perbatasan daerah timur RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Batalyon ini sebelumnya pernah ditugaskan ke perbatasan Malaysia. waktu mereka ditugaskan di wilayah Kalimantan Timur pada 2012 hingga 2013.

Perlu diketahui, Yonif 407/Padma Kusuma merupakan satuan tempur infanteri yang bermarkas Desa Ujung Rusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Satuan tersebut memiliki sejarah nama besar yang tak bisa dianggap remeh. Batalyon ini merupakan salah satu satuan yang paling diandalkan TNI dalam operasi militer penumpasan G 30 S/PKI pada 1965 hingga 1966.

Dan yang asing biasanya, tak cuma menumpas pemberontak yang terlibat. Tapi pasukan Yonif 407/Padma Kusuma juga berhasil menangkap gembong alias tokoh G 30 S/PKI, Dwipa Nusantara Aidit alias D. N Aidit.

Tak hanya itu saja, semenjak didirikan 27 Oktober 1964, Yonif 407/Padma Kusuma memiliki catatan proses militer yang mengerikan, Ini Wujud Batalyon Raja Operasi Militer TNI Penangkap Gembong PKI.

Baca: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kolonel TNI Kamaruddin Meninggal