Karakter Usaha Sebut 2 Masalah yang Harus Terimplementasi UU Cipta Kegiatan

Karakter Usaha Sebut 2 Masalah yang Harus Terimplementasi UU Cipta Kegiatan

VIVA   –  Sejumlah masalah sering terlihat oleh pelaku usaha dalam berbisnis di Indonesia selama ini. Masalah itu biasanya adalah perizinan & kepastian hukum, sehingga sangat diharapkan disahkannya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja membalas masalah itu.

“Kita menangkap semangat dari UU Cipta Kerja ini kemudahan, perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan ekosistem berusaha. Persoalan-persoalan yang pelaku usaha keluhkan mau diberantas melalui UU ini, ” ujar  CEO Sarawanti Group, Hari Hardono dalam diskusi bertajuk Membedah Semangat Entrepreneurship dalam UU 11/2020, dikutip Sabtu, 12 Desember 2020.  

Menurut Hari, para pelaku usaha selama ini mengeluhkan persoalan perizinan dan kepastian kaidah yang menyusahkan pelaku usaha sejak memulai hingga saat menjalankan cara.  

Selain itu, kata dia, perkara kepastian hukum dalam usaha, selama ini juga dinilai tidak positif. Untuk itu, ia berharap UU sapu jagad ini segera diimplementasikan.

“Kami pelaku cara masih menunggu aturan-aturan turunan lantaran UU Cipta Kerja. Semoga dalam waktu tiga hingga empat bulan semuanya sudah clear dan segera diimplementasikan, ” ujar  Hari.  

Ia menuturkan, selama ini Presiden Jokowi memiliki andil di dalam menghadirkan UU Cipta Kerja ini untuk atasi persoalan-persoalan yang kala Jokowi hadapi sendiri saat masih aktif sebagai pengusaha.

“Beruntung sekali Indonesia dipimpin seorang Presiden mantan pengusaha kayu. Beliau mengerti betul kesulitan dan permasalahan berwirausaha yang serba-serbi mbulet , ” ujarnya.

Target sari dari kemudahan, perlindungan, pemberdayaan serta peningkatan ekosistem berusaha dalam UU Cipta Kerja itu, Hari menjelaskan, adalah untuk memaksimalkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), investasi pemerintah, percepatan proyek strategis pemerintah. Untuk itu, ia kembali menyampaikan harapannya agar UU Cipta Kerja segera diimplementasikan.

Dalam kesempatan ini, pengusaha yang mengasaskan usahanya dari nol dan menaungi 6. 000-8. 000 karyawan tersebut, juga memberikan kiat-kiat berwirausaha. Mula-mula, berani memulai dari yang mungil.  

“Tanpa keberanian untuk memulai dari yang mungil maka cita-cita menjadi entrepreneur hanya oleh karena itu angan-angan, ” ujarnya.  

Kedua, harus ingat bahwa tidak ada usaha yang mudah tapi tidak ada yang absurd dilakukan. Ketiga. kerja keras, ulet, cepat dan kreatif. Keempat, suntuk untuk mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga untuk usaha. Kelima, melindungi komitmen. Keenam, setelah semua diupayakan, berpasrah kepada Tuhan.  

“Dengan adanya kemudahan menyelenggarakan usaha dalam UU Cipta Kerja ini pasti kompetisi usaha hendak semakin ketat. Bagi semua jalan, camkan bahwa tidak ada cara yang mudah tapi tidak tersedia yang mustahil, ” ucapnya.  

Hari menambahkan, dalam menghadapi persaingan usaha, yang harus dilakukan adalah berusaha menjadi bertambah baik dari para pesaing. Itu dengan memaksimalkan pelayanan, harga & kualitas agar lebih bersaing & menarik bagi konsumen.

Baca juga: Airlangga Menyandarkan Ada Pelestarian Lingkungan dalam UU Cipta Kerja