Klaim Pilkada 2020 Sukses, Tito: Kita Melebihi AS dan Korsel

Klaim Pilkada 2020 Sukses, Tito: Kita Melebihi AS dan Korsel

VIVA   –  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan satu faktor yang menyusun pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah  2020 relatif santun dari kerumunan adalah karena diatur jam undangan pencoblosannya. Menurut mendagri, ini adalah terobosan baru.

“Karena dengan diatur tanda seperti gaya rumah sakit tabib appointment itu membuat kerumunan tidak berlaku dan kemudian ketegasan dari petugas baik Polri, TNI, Satpol PP, Linmas ini juga untuk kelompok yang sudah memberikan hak pilih langsung pulang, yang tinggal cuma saksi-saksi itu juga membuat tak terjadi kerumunan yang berarti, ” kata Tito, Senin 14 Desember 2020.

Terobosan-terobosan yang dibuat oleh penyelenggara pemilu  tersebut, lanjut Tito, juga didukung oleh semua pemerintah daerah. Baginya itu luar biasa sehingga partisipasi pemilih mencapai hingga 75, 83 komisi.

Tito memaparkan, di Amerika Serikat, tingkat partisipasi pemilihan presiden mencapai 66, 7 persen dan ini katanya tertinggi selama 120 tahun GANDAR menyelenggarakan pilpres. Kemudian Korea Selatan  partisipasinya adalah 66, 2 persen atau tertinggi selama 28 tahun.  

“Jadi kalau kita bisa mencapai 75, 83 persen ini kita melebihi Amerika, melebihi Korsel, ” kata Tito.

Mendagri mengungkapkan, di tahun ini terdapat 96 negara yang melaksanakan pemilihan, baik tersebut nasional atau lokal. Jadi mutlak ada 96 negara yang melakukan pemilihan. Dari 96 negara itu, pemilihan terbesar adalah AS. Ke-2 adalah Indonesia dengan potensi pemilih 100, 3 juta.  

“Maka kalau yang hadir 75, 83 obat jerih artinya hampir 76 juta asosiasi Indonesia ini. Kami kira tersebut adalah suatu hal yang patut kita banggakan sebagai bangsa bahkan mungkin ini dengan adanya model-model baru baik kampanye daring. Kemudian juga pengaturan jam yang menghasilkan tidak terjadi kerumunan, petugas TPS menjadi lebih ringan karena ritmenya konstan, ” kata Tito.

Menurut Tito, model atau terobosan dalam Pilkada Serentak 2020 mungkin bisa menjadi model untuk pilkada atau pemilu di tahun-tahun ke depan. Tito juga mengiakan sudah meminta kepada dirjen Independensi Daerah  Kemendagri agar nanti beroperasi sama dengan KPU dan Bawaslu untuk membuat satu produk kunci tentang pelaksanaan Pilkada 2020 itu.

“Karena ini mula-mula kali dalam sejarah bangsa Nusantara, kita menghadapi di tengah pandemi semenjak 1945, kemudian kita mampu jadikan juga model ini disampaikan kepada negara-negara lain, ” introduksi mendagri.